Tertawa sedikit itu perlu

Sudah cukup lama rasanya tidak mengunjungi persma.com, karena mungkin ingin mencoba belajar cuek. Namun ternyata sulit rasanya melangkah pergi dan hanya menjadi penonton, tanpa masuk dalam lingkaran yang mengerikan. Selalu saya membuka situs itu hanya karena ada kejadian yang kontroversi. Dan selalu tentang Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota Yogyakarta (PPMI DK Yogya).

Pertama pernah terjadi ketika teman-teman PPMI DK Yogya berkunjung ke Solo, untuk melakukan kunjungan. Cerita punya dongeng akhirnya terjadi sebuah salah paham. Dan sebenarnya ini dapat dihindari. Karena perbedaan cara berkomunikasi dan bercanda membuat menjadi seakan-akan ingin menjatuhkan atau bahkan melecehkan, Namun itu sebenarnya masih dalam batasan aman, jika dilakukan di Yogyakarta.

Dan tidak berselang lama terjadilah kasus tentang baju kerja yang  diambil. Kenapa ya saya enggan mengucapkannya dengan kata “dicuri”, mungkin karena kita harus lebih santai dalam menanggapinya. Tidak serta merta menuduh bahwa itu dilakukan dengan niat yang bulat. Sehingga dengan mengindahkan kerukunan berbangsa bertanah air (apa hubungannya ya?), seharusnya kita menanyakan terlebih dahulu. Apalagi yang melakukannya masih dalam satu lingkaran perjuangan. (Ini padangan saya sebagai pendengar dan pembaca loh….)

Tiba-tiba disiang yang amat terik saya sempat di-chat seorang kawan mengenai kejadiaan ini. Sontak dengan tertawa saya menghisap rokok dalam-dalam karena tidak habis pikir. Bagaimana tidak, biasanya yang menjadi target teman-teman adalah buku, atau mungkin sudah terjadi perubahan minat ya? Apapun itu sepertinya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan rasa kekeluargaan (hal yang paling diandalkan dalam berorganisasi. Pret…).

Nah sebagai seorang yang pernah mengambil dan diambil barangnya saya merasa perlu adanya pemahaman yang sederhana saja. Tidak perlu berprasangka buruk yang berlebihan, namun bila dirasa ini sudah keterlaluan saya tidak bisa menulis apa-apa lagi (tentang kejadian ini loh….). Dan harapannya agar tidak terjadi perpecahan dalam lingkaran perjuangan ini (karya koalisi partai aje). Sehingga dapat tercipta perhimpunan yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Salam merayap.

Liku Seorang Laki-laki (1)

Malam ini memang indah seperti apa yang dituliskan seorang kawan. Dan saya akhirnya dapat mengerti tentang apa yang dia rasakan saat ini. Gundah dan sepi seakan menjadi teman yang sangat menyenangkan ketika malam bersahabat. Dengan mendengarkan adzan subuh, akhirnya saya memutuskan berbagi cerita tentang indahnya malam ini.

Perjalanan ini bermula dengan keinginan saya mencari ilmu. Sebagai orang yang masih buta dan kosong rasanya perlu membuka diri dengan segala masukkan, namun dicerna dengan seksama. Saya awali perjalanan ini dengan menuju salah satu rumah yang dikontrak oleh kawanku. Zani namanya. Read more of this post

Gelap

Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.

Wajah tua dengan kulit penuh noda.

Berbaju kusam dan bercelana lusung.

Mandi jarang hingga membuatku berbeda.

Etika tak cakap selalu kalian umbar.

Ya… Karena aku orang timur.

Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.

Raga membara diselimuti nafsu.

Penuh dosa dan ucapan yang kasar.

Lidah tak bertulang namun tajam.

Makan, tidur dan mabuk rutinitasku.

Ya… Karena aku orang timur.

Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.

Dan akan selalu seperti ini hingga kau beranjak dari tempat

dimana kalian tinggal saat ini.

Ya… Karena aku orang timur

*Untuk mereka yang saat ini turun dan menjadi budak mereka yang tidak sadar.

Gumam

Perjalanannya dimulai dari sebuah kamar berukuran 3×3 yang berada di pojok rumah. Dengan sebuah cendela yang berhiaskan pagar besi, sebagai pencegah akan tindakan kriminal. Di dalamnya ada sebuah kasur dan juga meja kayu. Dan tentunya almari kayu dengan 2 buah pintu turut memenuhi ruang itu. Di sana tinggal seorang pria dengan wajah penuh kerut keriput dan berwarna hitam berusia 35 tahun, Dayat Nugroho adalah nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya.

Dia bekerja pada perusahan jasa pengantaran barang. Pekerjaan sehari-harinya adalah menyusun dan menata barang sesuai dengan kriterianya, mulai dari ukuran, tujuan dan isi dari barang kiriman. Posisinya sebenarnya tidak terlalu menarik bagi beberapa orang, karena tidak jauh berbeda dengan para pekerja kasar di pasar, kuli panggul. Namun begitu dia masih sangat menikmati apa yang dikerjakan. Read more of this post

Makhluk Berakal

Kemarin saya membaca tulisan kawan saya mengenai etika manusia. Dan sebenarnya saya memang sedikit setuju dengan dia bahwa yang membedakan manusia dan hewan hanya etika. Namun setelah berpikir ulang ternyata itu saja tidak cukup. Karena ternyata binatang-pun memiliki etika seperti manusia. Lalu bagaimana seharusnya kita memahami gejala ini?

Setelah saya beberapa kali mengamati siaran yang biasa ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi, terutama mengenai binatang. Dan ternyata saya temukan dalam setiap pemutaran disampaikan bahwa binatang memiliki etika dalam kesehariaannya. Mulai dari etika makan hingga memilih pasangan hidup. Ada pula binatang yang menggunakan etikanya untuk menghormati daerah binatang lain atau kelompok lain. Jadi apakah perbedaan antara manusia dan hewan hanya sebatas etika? Saya rasa tidak. Read more of this post

Lamunan

Seorang gadis dengan perawakan kecil mencoba menangkap bintang walaupun dalam teakanan orang tuanya. Menempuh pendidikan SMK dengan jurusan akuntansi dengan tawa dan riang. Dan berhasil menyelesaikannya dengan nilai yang cukup.
Read more of this post

Menggerupuknya Seni dan Budaya

Seni yang berlimpah di Indonesia seakan sia-sia tanpa ada pelestarian. Adanya kekhawatiran akan tidak akan sukses bila menjadi seniman merupakan pemikiran konyol. Namun pada kenyataannya hal ini sedang dialami oleh sebagian masyarakat. Paradigma untuk menjadi sukses adalah dengan menjadi seorang dokter atau insyinyur ternyata sudah sangat melekat. Lalu kiranya apa yang dapat diperbuat untuk melestarikan budaya dan seni bangsa ini?

Mungkin sudah banyak diskusi dan seminar yang membahas akan masalah identitas bangsa ini, dari sisi kesenian dan budaya. Mulai dari ketika Malaysia mengklaim salah satu peninggalan orang-orang terdahulu sehingga membuat bangsa ini menjadi geram dan marah. Tapi apakah kita sudah melakukan pelestarian lebih baik dari mereka? Mungkin ini menjadi pukulan keras tepat di kepala bagi bangsa ini. Benar saja, karena lebih banyak warga Negara asing yang bersekolah seni di Indonesia karena tertarik dan jatuh cinta, tapi bagaimana dengan kita? Read more of this post

Tersungkur

Sunyi namun mencekam.

Berbaring dalam tumpukan buku.

Mencoba memahami tanpa melihat.

Dan tenggelam dalam kesendirian.

  Read more of this post

Hidung

Hidung memang indra tubuh yang sensitif. Beberapa orang tidak dapat menghirup debu atau parfum yang terlalu menyengat, seperti saya. Dan ada juga kawan yang tidak dapat menghirup bau minyak kayu putih. Ini aneh namun memang seperti inilah yang terjadi. Dalam kehidupan bersosial ada beberapa orang yang tidak menghiraukan tentang bau tubuh atau mulut. Mungkin saya dulu termasuk dalam orang-orang yang tidak terlalu perduli dengan bau tubuh dan mulut, tetapi terjadi perubahan ketika saya dihadapkan kepada orang-orang yang harus dihormati, dan juga yang menciptakan saya. Read more of this post

Akhlak

Pulang ke rumah. Seperti biasa saya melakukan perjalanan pulang ke Klaten, dimana rumah orangtuaku berada. Alasan kepulanganku sebenarnya sangat sederhana, ingin mengambil jatah uang jajan selama satu minggu. Motor berwarna merah dengan jok hitam mengantarkan saya dari Sleman menuju rumah. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.