<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Another Heaven</title>
	<atom:link href="http://mbooh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbooh.wordpress.com</link>
	<description>Semua bisa dibicarakan dan didiskusikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2011 02:57:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mbooh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2d2a6b0094dcd23b19eb4a1fe855b91c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Another Heaven</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mbooh.wordpress.com/osd.xml" title="Another Heaven" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mbooh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tertawa sedikit itu perlu</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/05/03/tertawa-sedikit-itu-perlu/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/05/03/tertawa-sedikit-itu-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 02:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persma]]></category>
		<category><![CDATA[string]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/2011/05/03/tertawa-sedikit-itu-perlu/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama rasanya tidak mengunjungi persma.com, karena mungkin ingin mencoba belajar cuek. Namun ternyata sulit rasanya melangkah pergi dan hanya menjadi penonton, tanpa masuk dalam lingkaran yang mengerikan. Selalu saya membuka situs itu hanya karena ada kejadian yang kontroversi. Dan selalu tentang Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota Yogyakarta (PPMI DK Yogya). Pertama pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=347&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama rasanya tidak mengunjungi persma.com, karena mungkin ingin mencoba belajar <em>cuek.</em> Namun ternyata sulit rasanya melangkah pergi dan hanya menjadi penonton, tanpa masuk dalam lingkaran yang mengerikan. Selalu saya membuka situs itu hanya karena ada kejadian yang kontroversi. Dan selalu tentang Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota Yogyakarta (PPMI DK Yogya).</p>
<p>Pertama pernah terjadi ketika teman-teman PPMI DK Yogya berkunjung ke Solo, untuk melakukan kunjungan. Cerita punya dongeng akhirnya terjadi sebuah salah paham. Dan sebenarnya ini dapat dihindari. Karena perbedaan cara berkomunikasi dan bercanda membuat menjadi seakan-akan ingin menjatuhkan atau bahkan melecehkan, Namun itu sebenarnya masih dalam batasan aman, jika dilakukan di Yogyakarta.</p>
<p>Dan tidak berselang lama terjadilah kasus tentang baju kerja yang&nbsp; diambil. Kenapa ya saya enggan mengucapkannya dengan kata &#8220;dicuri&#8221;, mungkin karena kita harus lebih santai dalam menanggapinya. Tidak serta merta menuduh bahwa itu dilakukan dengan niat yang bulat. Sehingga dengan mengindahkan kerukunan berbangsa bertanah air (apa hubungannya ya?), seharusnya kita menanyakan terlebih dahulu. Apalagi yang melakukannya masih dalam satu lingkaran perjuangan. (Ini padangan saya sebagai pendengar dan pembaca loh&#8230;.)</p>
<p>Tiba-tiba disiang yang amat terik saya sempat di-<em>chat </em>seorang kawan mengenai kejadiaan ini. Sontak dengan tertawa saya menghisap rokok dalam-dalam karena tidak habis pikir. Bagaimana tidak, biasanya yang menjadi target teman-teman adalah buku, atau mungkin sudah terjadi perubahan minat ya? Apapun itu sepertinya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan rasa kekeluargaan (hal yang paling diandalkan dalam berorganisasi. Pret&#8230;).</p>
<p><em>Nah </em>sebagai seorang yang pernah mengambil dan diambil barangnya saya merasa perlu adanya pemahaman yang sederhana saja. Tidak perlu berprasangka buruk yang berlebihan, namun bila dirasa ini sudah keterlaluan saya tidak bisa menulis apa-apa lagi (tentang kejadian ini <em>loh</em>&#8230;.). Dan harapannya agar tidak terjadi perpecahan dalam lingkaran perjuangan ini (karya koalisi partai <em>aje</em>). Sehingga dapat tercipta perhimpunan yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Salam merayap.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/persma/'>Persma</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/string/'>string</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=347&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/05/03/tertawa-sedikit-itu-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liku Seorang Laki-laki (1)</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/29/liku-seorang-laki-laki-1/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/29/liku-seorang-laki-laki-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 03:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini memang indah seperti apa yang dituliskan seorang kawan. Dan saya akhirnya dapat mengerti tentang apa yang dia rasakan saat ini. Gundah dan sepi seakan menjadi teman yang sangat menyenangkan ketika malam bersahabat. Dengan mendengarkan adzan subuh, akhirnya saya memutuskan berbagi cerita tentang indahnya malam ini. Perjalanan ini bermula dengan keinginan saya mencari ilmu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=345&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini memang indah seperti apa yang dituliskan seorang kawan. Dan saya akhirnya dapat mengerti tentang apa yang dia rasakan saat ini. Gundah dan sepi seakan menjadi teman yang sangat menyenangkan ketika malam bersahabat. Dengan mendengarkan adzan subuh, akhirnya saya memutuskan berbagi cerita tentang indahnya malam ini.</p>
<p>Perjalanan ini bermula dengan keinginan saya mencari ilmu. Sebagai orang yang masih buta dan kosong rasanya perlu membuka diri dengan segala masukkan, namun dicerna dengan seksama. Saya awali perjalanan ini dengan menuju salah satu rumah yang dikontrak oleh kawanku. Zani namanya.<span id="more-345"></span></p>
<p>Di sana saya tidak dapat menjumpai dia karena ternyata memang sedang ada urusan, belanja. Namun saya tidak kehabisan teman di sana, karena masih ada bocah tolol yang sibuk mengerjakan skripsinya, Bedu.</p>
<p>Saat ku jumpai dirinya di dalam kamar sepertinya dia baru saja belanja makanan. Karena ada beberapa kantung plastik putih berisikan mie instant. Dan juga dapat terlihat sebotol besar minuman bersoda warna biru, dan dalam kondisi dingin. Tanpa permisi langsung saya meneguk minuman biru itu, karena haus tentunya.</p>
<p>Berbincang-bincang sedikit mengenai film.  Karena saya baru saja sayamenyaksikan film mengenai band metal headbang. Dan kebetulan dia sudah pernah menonton sebelumnya. Setelah sedikit berdiskusi saya memutuskan untuk beralir perbincangan mengenai <strong>Stephen Hawking</strong> dengan teori<strong> Bing Bang</strong>-nya. Namun semua segera kembali pada kebiasaan sehari-hari, mencela dan berbangga diri.</p>
<p>Menantikan Zani yang tidak kunjung pulang akhirnya saya memutuskan menyaksikan serial televisi, <strong>Spongebob</strong>. Walaupun mendapatkan celaan mengenai keputusan menyaksikan serial ini, namun siapa perduli. Dengan sedikit perilahn saluran televisi akhirnya membuat sebuah diskusi mengenai teror bom yang sudah beberapa kali terjadi di Indonesia.</p>
<p>Perbincangan mengenai teror bom akhirnya berlanjut hingga membahas sejarah peradaban manusia. Mulai dari Adam, Nuh, Ibrahim dan orang-orang yang merasa islam dengan tindakan kekerasannya. Namun tanpa disadari ternyata perbincangan ini mulai mengarah kepada pembahasan orang-orang yang memilih atheist. Dan ada satu pendapat kami yang sama. Orang-orang atheist lebih memikirkan Tuhan dari pada orang beragama.</p>
<p>waktu seakan beranjak ringan tanpa kabar yang jelas, dan akhirnya orang yang ditunggu datang.</p>
<p>Sebelumnya saya sempat memesan sebuah makanan ringan kepada Zani. Sebuah makanan ringan berupa wafer coklat bergambarkan tokoh pahlawan milik Amerika, walaupun ada sedikit perbedaan pada lamba di dadanya. Dia bilang tidak sempat membelikan apa yang saya pesan, karena pesan baru diterima ketika telah selesai berbelanja. Dengan sedikit kata-kata cinta saya menyentuhnya, asu. Tapi ternyata dia hanya mempermainkan saya dan membeli satu kotak berisikan 25 wafer.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/cowok/'>cowok</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/kawan/'>kawan</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/laki-laki/'>laki-laki</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/malam/'>malam</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/pria/'>pria</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=345&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/29/liku-seorang-laki-laki-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelap</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gelap/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 19:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[gelap]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini. Wajah tua dengan kulit penuh noda. Berbaju kusam dan bercelana lusung. Mandi jarang hingga membuatku berbeda. Etika tak cakap selalu kalian umbar. Ya&#8230; Karena aku orang timur. Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini. Raga membara diselimuti nafsu. Penuh dosa dan ucapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=342&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/images.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-343" title="images" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/images.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.</p>
<p>Wajah tua dengan kulit penuh noda.</p>
<p>Berbaju kusam dan bercelana lusung.</p>
<p>Mandi jarang hingga membuatku berbeda.</p>
<p>Etika tak cakap selalu kalian umbar.</p>
<p>Ya&#8230; Karena aku orang timur.</p>
<p>Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.</p>
<p>Raga membara diselimuti nafsu.</p>
<p>Penuh dosa dan ucapan yang kasar.</p>
<p>Lidah tak bertulang namun tajam.</p>
<p>Makan, tidur dan mabuk rutinitasku.</p>
<p>Ya&#8230; Karena aku orang timur.</p>
<p>Panggil aku orang timur dari tempat kalian tinggal saat ini.</p>
<p>Dan akan selalu seperti ini hingga kau beranjak dari tempat</p>
<p>dimana kalian tinggal saat ini.</p>
<p>Ya&#8230; Karena aku orang timur</p>
<p>*Untuk mereka yang saat ini turun dan menjadi budak mereka yang tidak sadar.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/gelap/'>gelap</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/sendiri/'>sendiri</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/sepi/'>sepi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=342&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/images.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gumam</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gumam/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gumam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 19:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[derita]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[sengsara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanannya dimulai dari sebuah kamar berukuran 3&#215;3 yang berada di pojok rumah. Dengan sebuah cendela yang berhiaskan pagar besi, sebagai pencegah akan tindakan kriminal. Di dalamnya ada sebuah kasur dan juga meja kayu. Dan tentunya almari kayu dengan 2 buah pintu turut memenuhi ruang itu. Di sana tinggal seorang pria dengan wajah penuh kerut keriput [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=338&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dusta.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-339" title="dusta" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dusta.jpg?w=150&#038;h=111" alt="" width="150" height="111" /></a>Perjalanannya dimulai dari sebuah kamar berukuran 3&#215;3 yang berada di pojok rumah. Dengan sebuah cendela yang berhiaskan pagar besi, sebagai pencegah akan tindakan kriminal. Di dalamnya ada sebuah kasur dan juga meja kayu. Dan tentunya almari kayu dengan 2 buah pintu turut memenuhi ruang itu. Di sana tinggal seorang pria dengan wajah penuh kerut keriput dan berwarna hitam berusia 35 tahun, Dayat Nugroho adalah nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya.</p>
<p>Dia bekerja pada perusahan jasa pengantaran barang. Pekerjaan sehari-harinya adalah menyusun dan menata barang sesuai dengan kriterianya, mulai dari ukuran, tujuan dan isi dari barang kiriman. Posisinya sebenarnya tidak terlalu menarik bagi beberapa orang, karena tidak jauh berbeda dengan para pekerja kasar di pasar, <em>kuli panggul</em>. Namun begitu dia masih sangat menikmati apa yang dikerjakan.<span id="more-338"></span></p>
<p>Dengan usia yang sudah tidak terbilang muda lagi terkadang membuat ia mulai jenuh. Kejenuhan ini bukan tanpa alasan. Setiap kali lelah mencari uang dan pulang tanpa ada yang dapat disapa dan menenangkan segala keluh kesahnya. Yang selalu diidamkan adalah seorang pasangan hidup yang dapat menjadi penenang hidupnya. Dia tidak pernah berpikir terlalu berlebihan. Cukup seorang gadis, entah dia masih perawan ataupun janda, tetapi setidaknya dia mampu memberikan senyum setiap kali suaminya pulang. Bahkan terkadang sempat terpikirkan untuk apa dia bekerja. Apakah semua uang dan kerja kerasnya hanya untuk dirinya sendiri?</p>
<p>Suatu ketika di kantor dia menemukan sebuah paket aneh yang tidak terbungkus. Walaupun sudah ada alamatnya, namun dia masih merasa aneh. Sebuah paket berukuran lebar 20 centimeter, lebar 10 centimeter dan tinggi 5 centimeter terbungkus oleh sebuah plastik bening, sehingga isi dari paket tersebut dapat terlihat. Dan tercengangnya dia menemukan isi dari paket tersebut adalah sebuah usus yang sudah berwarna putih. Dengan bergegas ia segera melaporkan paket tersebut kepada atasannya.</p>
<p>Dengan menggunakan sepatu kulit hitam yang solnya sudah semakin rapuh, sehingga terkadang membuatnya terbuka pada bagian belakang sepatu. Berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua, dimana ruang bagian pengiriman berada. Dengan keringat membasahi bagian depan kemeja biru membuat ia tampak maskulin. Sesampainya di hadapan penanggung jawab dia hanya menyodorkan paket itu. Dan ia-pun dipersilahkan kembali kebagiannnya.</p>
<p>Hari itu terasa tidak terlalu berbeda, terkecuali permasalahan paket aneh. Sesampainya di kamar hanya dapat tertidur dan menyandarkan segala beban hidupnya kepada kasur yang dibelinya dengan gaji pertama. Hingga akhirnya rutinitas memanggilnya kembali.</p>
<p>Mentari masuk dari jendela kamarnya dan ia segera bergegas menuju kantor. Belum sempat ia meletakkan jaket dan tasnya di almari karyawan keburu dipanggil oleh penanggung jawab pengiriman. &#8220;Kamu sekarang ke alamat ini dan sampaikan bahwa kita tidak dapat mengantarkannya,&#8221; ucap penanggung jawab pengiriman dengan nada memaksa. Tanpa pikir pajang ia segera bergegas membawa motor kesayangannya menuju alamat yang tercantum pada surat pelunasan biaya pengiriman.</p>
<p>Rumahnya memiliki pekarangan yang dipenuhi oleh bunga mawar dan melati. Mulai dari warna merah, putih hingga kuning menghiasi teras rumah tersebut. Memasuki halaman tersebut dia belum menyadari bahwa sang pemilik rumah sedang mengintipnya dari balik jendela. &#8220;Selamat siang,&#8221; sapanya di depan pintu. Beberapa kali ia mengulangi sapaannya. Dan tanpa balas.</p>
<p>Dengan menghembuskan nafas panjang ia ingin kembali ke kantor, karena merasa bahwa tidak ada orang di rumah tersebut. Dan tidak berselang lama ada suara dari seorang wanita, &#8220;Ada apa ya mas? Kok saya tidak mengenal anda?&#8221; Tanyanya kepada saya yang sudah terlanjur memunggungi pintu. Dan saat ku balikkan badan kembali ternyata mata ini seakan memandang bidadari. Rambut panjang hitam tebal membentuk mahkota panjang hingga pinggulnya. Kulit putihnya menambah keistimewaannya. Dan tidak luput dari pandangannya adalah lekuk tubuh yang sangat diidamkan oleh para kaum pria. &#8220;Maaf ya mas ada apa kemari?&#8221; Tanya perempuan itu sekali lagi dan mengejutkannya dalam lamunan.</p>
<p>Setelah menjelaskan maksud kedatangannya ia-pun dipersilahkan masuk. Ruangannya bersih dan tersusun secara rapi, namun sepi. Ruang tamu hanya terdiri dari 2 buah kursi plastik dengan meja kayu kecil di antaranya. Tidak berselang lama perempuan itu membawakan segelas teh hangat dan makanan ringan. Dan ia-pun mulai bercerita tentang isi dari paket itu dan ingin dikirimkan kepada siapa. Sekitar 30 menit dia hanya dapat terdiam mendengarkan ceritanya serta menikmati keindahannya. Dan sesekali harus menahan nafas mendengarkan ceritanya. Setelah mendengarkan penjelasan darinya saya tetap mengembalikan paket itu. Kemudian ia memutuskan kembali ke kantor, namun sebelum sempat meninggalkan ruang tamu perempuan itu hanya mengucapkan permohonan maaf karena telah merepotkan, itupun diiringi dengan air mata.</p>
<p>Dalam perjalanan ke kantor saya hanya dapat membayangkan betapa malang nasih perempuan itu. Setelah menikah dan menjalani hidup rumah tangga selama 3 bulan harus ditinggal minggat oleh suaminya. Dan pada saat itu perempuan itu sudah mengandung 2 bulan. &#8220;Sungguh malang nasibnya,&#8221; gumam dalam hati. Namun sebenarnya dia tidak sadar bahwa banyak orang pula yang bergumam tentang dirinya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/derita/'>derita</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/jalan/'>jalan</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/nasib/'>nasib</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/pilihan/'>pilihan</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/sengsara/'>sengsara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=338&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/gumam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dusta.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dusta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makhluk Berakal</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/makhluk-berakal/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/makhluk-berakal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 19:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[akal]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[makhluk]]></category>
		<category><![CDATA[nurani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya membaca tulisan kawan saya mengenai etika manusia. Dan sebenarnya saya memang sedikit setuju dengan dia bahwa yang membedakan manusia dan hewan hanya etika. Namun setelah berpikir ulang ternyata itu saja tidak cukup. Karena ternyata binatang-pun memiliki etika seperti manusia. Lalu bagaimana seharusnya kita memahami gejala ini? Setelah saya beberapa kali mengamati siaran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=335&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dark_and_darkness_by_beloved_creature.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-336" title="Dark_and_Darkness_by_Beloved_Creature" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dark_and_darkness_by_beloved_creature.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" width="120" height="150" /></a>Kemarin saya membaca tulisan kawan saya mengenai etika manusia. Dan sebenarnya saya memang sedikit setuju dengan dia bahwa yang membedakan manusia dan hewan hanya etika. Namun setelah berpikir ulang ternyata itu saja tidak cukup. Karena ternyata binatang-pun memiliki etika seperti manusia. Lalu bagaimana seharusnya kita memahami gejala ini?</p>
<p>Setelah saya beberapa kali mengamati siaran yang biasa ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi, terutama mengenai binatang. Dan ternyata saya temukan dalam setiap pemutaran disampaikan bahwa binatang memiliki etika dalam kesehariaannya. Mulai dari etika makan hingga memilih pasangan hidup. Ada pula binatang yang menggunakan etikanya untuk menghormati daerah binatang lain atau kelompok lain. Jadi apakah perbedaan antara manusia dan hewan hanya sebatas etika? Saya rasa tidak.<span id="more-335"></span></p>
<p>Saya akan membagi manusia menjadi 3 buah unsur penting. Pertama, akal. Dimana fungsinya sebagai tempat untuk memproses segala hal, mulai dari cara bertahan hidup hingga cara membunuh. Kedua adalah nafsu, dimana ini merupakan hal yang membuat seorang manusia memiliki inisiatif untuk hidup dan bermimpi. Sedangkan yang terakhir adalah hati, dimana rasa cinta, benci dan rasa kemanusiaan berasal, dan di sinilah sebenarnya proses mendekatkan diri pada sang Pencipta.</p>
<p>Lalu sebenarnya apa yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan yang lain? Kalau berdasarkan versi Islam adalah kemampuan dalam mengingat beberapa benda, atau lebih mudahnya adalah kecerdasannya. Dan pada saat itu makhluk ciptaan yang lain diperintahkan untuk bersujud kepada manusia pertama, Adam. Dan saat itu pula terjadi penentangan terbesar oleh makhluk ciptaan Tuhan, karena tidak setuju dengan perintah itu. Hal ini disebabkan karena Adam diciptakan dari tanah sedangkan dia tercipta dari api. Dan kini mengenalnya dengan Setan.</p>
<p>Dari cerita tersebut maka dapat dilihat bahwa yang menjadi perbedaan mendasar adalah kecerdasan, atau unsur pertama manusia, akal. Hal ini sebenarnya sudah sangat dapat tergambarkan. Karena etika, aturan dan norma sebenarnya adalah buah pikiran manusia setelah mereka mengenal dengan apa yang dinamakan sosial. Sedangkan sebelum periode tersebut belum mengenal apa itu yang dinamakan malu.</p>
<p>Dengan demikian saya dapat menyimpulkan bahwa yang membedakan manusia dan hewan hanya akal. Lalu bagaimana dengan unsur lain yang terdapat pada manusia? Apakah menjadi pembeda dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain? Ulasan mengenai hal tersebut sebaiknya dibahas lebih lanjut lain waktu. Salam merayap</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/akal/'>akal</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/hewan/'>hewan</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/makhluk/'>makhluk</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/nurani/'>nurani</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=335&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/makhluk-berakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/dark_and_darkness_by_beloved_creature.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">Dark_and_Darkness_by_Beloved_Creature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lamunan</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/lamunan/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/lamunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 19:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[lamunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis dengan perawakan kecil mencoba menangkap bintang walaupun dalam teakanan orang tuanya. Menempuh pendidikan SMK dengan jurusan akuntansi dengan tawa dan riang. Dan berhasil menyelesaikannya dengan nilai yang cukup. Mengidamkan melanjutkan pendidikan di universitas negeri yang memiliki akreditasi yang terbaik dalam akuntansi. Namun dalam kenyataannya dia dihadapkan oleh dengan dua pilihan, ambil jurusan kebidanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=329&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/anak-melamun2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-330" title="anak melamun2" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/anak-melamun2.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" width="150" height="123" /></a>Seorang gadis dengan perawakan kecil mencoba menangkap bintang walaupun dalam teakanan orang tuanya. Menempuh pendidikan SMK dengan jurusan akuntansi dengan tawa dan riang. Dan berhasil menyelesaikannya dengan nilai yang cukup.<br />
<span id="more-329"></span><br />
Mengidamkan melanjutkan pendidikan di universitas negeri yang memiliki akreditasi yang terbaik dalam akuntansi. Namun dalam kenyataannya dia dihadapkan oleh dengan dua pilihan, ambil jurusan kebidanan atau tidak sama sekali. Tapi entah apa yang ada di kepalanya saat itu, dan memilih untuk melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan kebidanan.</p>
<p>Beberapa tahun gadis ini menahan amarah dan benci dalam setiap napasnya. Setiap kegiatan yang berbumbu pendidikan seakan menjadi cambukan pedas setiap terdengar oleh telinga. Tawa dan canda seakan hanya sebuah cermin hitam di bawah cahaya rembulan. Sungguh menyedihkan memang hidupnya, namun dengan ketegaran akhirnya dia mampu menempuh semua. Dan akhirnya menyelesaikan tuntutan (paksaan) kedua orang tua.</p>
<p>Hidup didalam kesendirian tanpa tau apa yang ingin dilakukan. Dengan gelar sarjana di pundak menambahkan langkahnya semakin tersendat dan berat. Kini gadis itu sudah semakin dewasa dan tak tau apa yang ingin dilakukan. Mungkin hanya tidur, makan dan main. Karena itu dia sering melamun menatap bintang. Melamun andai dia bekerja di kantor dengan meja yang penuh dengan arsip keuangan. Bukan mimpi yang mustahil namun seakan nihil karena orang tua yang tidak mengingini.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/lamunan/'>lamunan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=329&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/04/27/lamunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/04/anak-melamun2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">anak melamun2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggerupuknya Seni dan Budaya</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/29/menggerupuknya-seni-dan-budaya/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/29/menggerupuknya-seni-dan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 04:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Seni yang berlimpah di Indonesia seakan sia-sia tanpa ada pelestarian. Adanya kekhawatiran akan tidak akan sukses bila menjadi seniman merupakan pemikiran konyol. Namun pada kenyataannya hal ini sedang dialami oleh sebagian masyarakat. Paradigma untuk menjadi sukses adalah dengan menjadi seorang dokter atau insyinyur ternyata sudah sangat melekat. Lalu kiranya apa yang dapat diperbuat untuk melestarikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=325&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-326" title="images" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg?w=126&#038;h=144" alt="" width="126" height="144" /></a>Seni yang berlimpah di Indonesia seakan sia-sia tanpa ada pelestarian. Adanya kekhawatiran akan tidak akan sukses bila menjadi seniman merupakan pemikiran konyol. Namun pada kenyataannya hal ini sedang dialami oleh sebagian masyarakat. Paradigma untuk menjadi sukses adalah dengan menjadi seorang dokter atau insyinyur ternyata sudah sangat melekat. Lalu kiranya apa yang dapat diperbuat untuk melestarikan budaya dan seni bangsa ini?</p>
<p>Mungkin sudah banyak diskusi dan seminar yang membahas akan masalah identitas bangsa ini, dari sisi kesenian dan budaya. Mulai dari ketika Malaysia mengklaim salah satu peninggalan orang-orang terdahulu sehingga membuat bangsa ini menjadi geram dan marah. Tapi apakah kita sudah melakukan pelestarian lebih baik dari mereka? Mungkin ini menjadi pukulan keras tepat di kepala bagi bangsa ini. Benar saja, karena lebih banyak warga Negara asing yang bersekolah seni di Indonesia karena tertarik dan jatuh cinta, tapi bagaimana dengan kita?<span id="more-325"></span></p>
<p>Terlalu banyak pertanyaan yang akhirnya menghantui kita akan permasalahan ini. Lalu adakah solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasinya? Dan sebenarnya siapakah yang bertanggungjawab  akan permasalahan ini? Mungkin sebagian diantara kita akan menjawab dengan “kita semua” atau “diri kita sendiri”, namun pendapat saya hal ini masih merupakan tanggung jawab pemerintah. Karena kebijakan akan pemberdayaan kesenian dan budaya tidak pernah menjadi pembahasan serius dalam setiap perodisasi pemerintahan.</p>
<p>Sebenarnya kita perlu menghilangkan stigma yang menempel pada pemerhati dan pelaku seni. Kenapa hal ini perlu dilakukan? Tentu saja. Karena bila dalam pikiran saja kita tidak dapat memahami dan menghayati betapa penting dan indahnya seni dan budaya, maka mau dengan apa kita menjalankan atau mungkin melestarikannya. Jadi mungkin kita dapat memperjuangkan sebuah kebijakan tentang kesejahteraan seniman dan juga budayawan yang sudah bekerja keras untuk melakukan pelestarian. Dan saat ini yang terjadi hanya orang-orang yang cinta melakukan itu semua, karena memang cinta itu sendiri adalah modal utama.</p>
<p>Lalu kini apa yang dapat dilakukan oleh kita sebagai masyarakat untuk melestarikan budaya dan seni bangsa ini? Belum lama ini saya menyaksikan sebuah diskusi di salah satu stasiun televise nasional mengenai permasalahan ini. Dan hasilnya dapat menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Sehingga mungkin ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Penyesuaian budaya dan seni</li>
</ul>
<p>Yang saya maksud di sini bukan memcampur adukkan budaya yang sudah ada. Namun kita harus melakukan penyesuaian dengan budaya dan seni kita tanpa harus menghilangkan esensi dari dirinya sendiri. Mengapa hal ini menjadi salah satu solusi yang dapat kita lakukan? Sebelum menjawab lebih lanjut mungkin kita dapat berkaca diri dengan melihat apa yang telah dilakukan bangsa ini. Cerita “Mahabarata” adalah pengabdosian dari India, dan ini dilakukan tanpa menghilangkan esensi dari cerita. Hanya saja dilakukan penyesuaian bahasa agar lebih dapat dimengerti. Dengan ini seharusnya kita dapat melakukannya juga kepada budaya dan kesenian bangsa ini. Karena bangsa ini memiliki bermacam-macam budaya dan bahasa, sehingga kita perlu berpikir lebih dewasa dari pada menahan keegoisan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini sebenarnya dapat kita lihat di Yogyakarta. Mengapa wayang menjadi hal yang sangat mengerikan bagi sebagian pemuda? Karena pengemasan yang dilakukan masih sama dan bahasa yang digunakan juga tidak berubah. Tapi  ketika kita melihat kenyataan di sekitar kita saat ini apa ada anak muda yang memahami bahasa yang digunakan, kalaupun ada mungkin minoritas. Dan ini merupakan langkah awal untuk menumbuhkan rasa cinta dan memiliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pengembangan kelokalan</li>
</ul>
<p>Cara yang satu ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh beberapa pihak dan pemerintah. Dengan memperhatikan kelokalan sebenarnya kita sudah membantu dalam bentuk kecil namun dengan dampak besar. Bagaimana cara mengembangkan kelokalan? Sebenarnya yang saya maksud adalah dengan membangun atau mempelopori adanya sebuah padepokan atau langgar seni di daerah terdekat kita. Mungkin kita dapat berkaca pada Bali. Dimana banyak sekolah menari dan berbagai macam bentuk lainnya. Namun tidak hanya di Bali saja, karena ternyata sudah banyak yang melakukannya. Sekarang tinggal mempertahankannya, bukan menggusurnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Penanaman sejak dini</li>
</ul>
<p>Sebenarnya hal ini sudah banyak yang mengetahui, namun tidak ada pelaksanaannya. Bukan bermaksud menghakimi dan menyamakan satu dengan yang lain, tapi memang begitulah adanya. Mungkin kita dapat mengingat sedikit kembali beberapa tahun yang lalu, ketika pelajaran bahasa daerah dihapuskan. Jika dilihat dari sisi peserta didik maka ini merupakan anugrah terindah dari pemerintah. Namun ketika kita melihat dari sisi pelestarian kebudayaan maka ini merupakan petaka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin secara institusi dapat tetap diterapkan dalam dunia pendidikan, namun apakah cukup dengan itu? Tentu saja tidak. Penggunaan bahasa daerah secara keseharian penting dalam melestarikan, tapi anak-anak juga perlu pemahaman kapan menempatkan diri. Dalam artian kapan kita seharusnya menggunakan bahasa daerah dan nasional, bahasa Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu bagaimana penanaman dalam segi seni? Sebenarnya kalau saya punya pendapat bahwa kesenian pada saat anak-anak dapat diperkenalkan, dan itu akan sangat baik. Perkembangan teknologi kini membuat anak-anak semakin jauh seni miliknya sendiri. Dan akhirnya mereka mengagumi seni milik orang lain (seni Negara lain). Mungkin tidak ada salahnya mengenal milik orang lain, tapi sebaiknya kenalilah terlebih dahulu siapa dirimu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Ruang berekspresi</li>
</ul>
<p>Setelah mengenal dan mencintai kebudayaan dan kesenian maka kini saatnya berekspresi. Tapi apakah semudah itu melakukannya? Mungkin jika untuk dinikmati diri sendiri akan sangat mudah, namun seni dan budaya bukan hanya milik personal. Dan cara termudah menularkan kecintaan adalah dengan menunjukkannya. Beberapa saat ini banyak sekali teman-teman yang mengeluh mengenai sulitnya mencari ruang untuk berekspresi. Bukan karena tidak ada kreatifitas, tapi ruang yang ditawarkan selalu membuat teman-teman harus berpikir ulang. Bukan karena tidak dapat memanfaatkannya, tetapi banyak sekali yang menjadikan mereka harus upayakan. Mulai dari dana hingga ijin untuk melakukan pagelaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua ini sebenarnya kembali kepada instansi dan pemerintah yang memiliki wewenang untuk mengatasi ini. Walaupun sebenarnya kita juga mengupayakannya dengan bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan ini. Tapi bilamana yang melakukan adalah anak-anak maka hal ini akan sangat sulit untuk terealisasikan. Sehingga memang terkadang dalam sebuah pertunjukkan atau acara budaya diperlukan sentuhan <em>magic </em>dalam penyelenggaraannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pembelajaran kebebasan</li>
</ul>
<p>Sebenarnya ini sudah saya sampaikan di atas. Ketika seseorang sudah memilih untuk menjadi budayawan atau seniman tetapi masih ada yang menghalangi, orang tua. Walaupun tidak secara keseluruhan melakukan ini, tapi hal ini perlu digaris bawahi dengan tebal. Karena dampak yang dihasilkan adalah stigma buruk bagi para budayawan dan seniman. Dan cara terbaik adalah dengan menata ulang cara berpikir kita.</p>
<p>Mungkin ini adalah segala keluh kesah yang sebenarnya berada disekitar kita. Bukan karena tidak ada yang perduli, namun mereka masih merupakan minoritas yang terhimpit. “Bukan karena ayam berkokok Matahari terbit, namun karena Matahari-lah ayam berkokok,” ucap bung Karno. Dengan demikian mari kita rapatkan barisan dan tumbuhkan rasa memiliki dan mencintai. Salam merayap.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a> Tagged: <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/budaya/'>budaya</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/tag/seni/'>seni</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=325&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/29/menggerupuknya-seni-dan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tersungkur</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/tersungkur/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/tersungkur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 15:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Sunyi namun mencekam. Berbaring dalam tumpukan buku. Mencoba memahami tanpa melihat. Dan tenggelam dalam kesendirian. &#160; Kemarin aku bicara tentang raja dan dewa. Kini aku diijak dengan cerita kancil dan pak tani. Kemana rasa bangga itu pergi? Mungkin ada di tetangga sebelah kamar. &#160; Pejuang berangkat perang dengan amanat. Meniti  pulang dengan sedih. Tangan berlumuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=322&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/tersungkur1.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-323" title="tersungkur1" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/tersungkur1.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" width="150" height="123" /></a>Sunyi namun mencekam.</p>
<p>Berbaring dalam tumpukan buku.</p>
<p>Mencoba memahami tanpa melihat.</p>
<p>Dan tenggelam dalam kesendirian.</p>
<p>&nbsp;<span id="more-322"></span></p>
<p>Kemarin aku bicara tentang raja dan dewa.</p>
<p>Kini aku diijak dengan cerita kancil dan pak tani.</p>
<p>Kemana rasa bangga itu pergi?</p>
<p>Mungkin ada di tetangga sebelah kamar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pejuang berangkat perang dengan amanat.</p>
<p>Meniti  pulang dengan sedih.</p>
<p>Tangan berlumuran darah dan bau amis.</p>
<p>Ternyata sang istri kabur dibawa Jendral.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Malang betul generasi kita.</p>
<p>Bukan nama kota di Jawa Timur.</p>
<p>Tapi nasib yang melilit.</p>
<p>Berani berubahkah kita?</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=322&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/tersungkur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/tersungkur1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tersungkur1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidung</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/hidung/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/hidung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 15:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Hidung memang indra tubuh yang sensitif. Beberapa orang tidak dapat menghirup debu atau parfum yang terlalu menyengat, seperti saya. Dan ada juga kawan yang tidak dapat menghirup bau minyak kayu putih. Ini aneh namun memang seperti inilah yang terjadi. Dalam kehidupan bersosial ada beberapa orang yang tidak menghiraukan tentang bau tubuh atau mulut. Mungkin saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=319&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/nose-in-the-sky-tech.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-320" title="nose-in-the-sky-tech" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/nose-in-the-sky-tech.jpg?w=129&#038;h=150" alt="" width="129" height="150" /></a>Hidung memang indra tubuh yang sensitif. Beberapa orang tidak dapat menghirup debu atau parfum yang terlalu menyengat, seperti saya. Dan ada juga kawan yang tidak dapat menghirup bau minyak kayu putih. Ini aneh namun memang seperti inilah yang terjadi. Dalam kehidupan bersosial ada beberapa orang yang tidak menghiraukan tentang bau tubuh atau mulut. Mungkin saya dulu termasuk dalam orang-orang yang tidak terlalu perduli dengan bau tubuh dan mulut, tetapi terjadi perubahan ketika saya dihadapkan kepada orang-orang yang harus dihormati, dan juga yang menciptakan saya.<span id="more-319"></span></p>
<p>Perubahan ini sebenarnya dilandasi bukan karena atas kemauan sendiri awalnya. Tamara, adik saya, selalu mengeluh bilamana pulang ke rumah dengan bau badan yang sangat menyengat. Karena memang dasar saya yang bandel dan iseng selalu menggunakan bau badan saya untuk menghantui hidung mereka sebagai sasaran empuk. Dan pernah adik saya ini merasa mual-mual dan malas makan karenanya. Dari sini sebenarnya saya lalu berpikir apakah layak saya seegois ini? Sedangkan hidung menghirup tanpa ada filter yang jelas. Sehingga saat ini saya sudah mulai membenahi diri dari mandi dan menggunakan batu tawas sebagai penghilang bau tubuh.</p>
<p>Kekurang perdulian ini memang sangat berbahaya bagi orang yang memelihara bau badan. Karena jarang sekali orang lain akan mengingatkan tentang bau badan dan mulut yang menghantui orang lain, mungkin terkecuali orang-orang yang lugu dan dekat bagi si pemelihara. Sebenarnya apa sih yang dapat dirasakan oleh pemelihara bau badan dan mulut? Mungkin saya akan memberikan orang yang akan menerima dampak:</p>
<ul>
<li>Teman</li>
</ul>
<p>Bukan bermaksud mendiskriminasikan, namun berdasarkan pengalaman saya ada beberapa teman yang malas dengan orang-orang yang memelihara penyakit ini. Mulai dari menjauh ketika dalam keadaan melingkar, dan terutama mereka malas mengajak makan. Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Sebenarnya siapa sih yang mau makan ayam tapi baunya asem? Mungkin hanya orang-orang yang benar-benar kelaparan yang mau, karena rasa tidak perduli kepada yang lain.</p>
<ul>
<li>Rekan kerja</li>
</ul>
<p>Sebenarnya apa yang membedakan rekan kerja dengan teman? Tentu saja berbeda. Rekan kerja belum tentu teman, dan biasanya harus ada kepentingan yang mempersatukan mereka. Biasanya orang mencari rekan kerja bilamana sedang ada proyek atau bisnis, namun tidak menutup kemungkinan bahwa rekan kerja adalah teman. Sedangkan teman tidak melulu harus dihiasi dengan alasan untuk menjalin suatu hubungan.</p>
<p>Dalam dunia kerja rekan merupakan salah satu dari sejuta kemungkinan untuk menyelesaikan masalah atau pekerjaan. Tetapi dalam kerja kelompok siapa yang mau rapat dengan kondisi ruangan yang bau? Bukannya menyelesaikan masalah tetapi malah memperkeruh suasana dan mungkin malah dapat menambah masalah.</p>
<p>Rekan kerja mungkin intensitas bertemunya lebih tinggi ketimbang teman, sehingga kebanyakan orang memilih nyaman dengan rekan kerjanya. Mungkin orang yang memelihara penyakit bau ini akan mendapatkan rekan kerja bilamana sudah kondisi mendesak atau hanya dirinya yang mampu menyelesaikan masalah ini. Jadi kalau mau memelihara bau silahkan cerdas serta pandai, agar kau dicari orang. J</p>
<ul>
<li>Pasangan hidup atau kekasih</li>
</ul>
<p>Dalam kehidupan ini tidak mungkin kita hidup sendiri, walaupun masih ada beberapa orang yang memutuskan meninggalkan keduniawiannya dan menyerahkannya kepada Tuhan, atau mungkin karena sudah dasar takdir maka dia tidak laku (kasihan betul). Dalam mencari kekasih atau pendamping hidup mungkin seseorang akan mempercantik diri atau membuat dirinya menarik perhatian lawan jenis. Dan ini akan sangat berkebalikan bagi orang-orang yang memutuskan untuk memelihara penyakit bau ini. Mungkin karena rasa percaya diri yang tinggi membuat dia merasa yakin bahwa dialah yang terbaik. Hmmmm… Walaupun ada cerita dari Bunda bahwa bau yang paling ngangenin adalah bau badan Ayah. Tapi dalam kasus ini lain hal dengan apa yang saya maksudkan. J</p>
<ul>
<li>Keturunan</li>
</ul>
<p>Bukan bermaksud berpikiran jelek, tetapi kebiasaan akan dapat menular pada generasi selanjutnya. Tidak perlu memperhatikan diri sendiri namun dengan melihat lingkungan tempat seseorang tinggal saja dapat mempengaruhi orang yang tinggal di dalamnya. Apalagi keturunan akan lebih memperhatikan kita karena memang manusia yang mereka jadikan panutan adalah kita, dan bilamana sikap kita dalam menjaga tubuh tetap seperti ini ya tidak menutup kemungkinan akan menular kepadanya. Memang anda mau punya keturunan bau? Mungkin bagi para pemelihara penyakit bau akan biasa saja. J</p>
<ul>
<li>Malaikat</li>
</ul>
<p>Loh kenapa ada malaikat segala ya??? Sebenarnya ada sebuah cerita yang saya dapatkan dari para pujangga malam. Dimana mereka mengisahkan tentang malaikat yang sangat suka kepada kebersihan dan sangat membenci kotor atau bau. Dengan demikian sebenarnya kita akan mempersulit malaikat dalam menunaikan tugasnya. Apalagi malaikat pencatat tindakan kita. Mungkin mereka pernah pingsan ya???? Sebenarnya ini hanya guyonan saja. Namun benar ketika malaikat menyukai tempat-tempat yang wangi dan bersih.</p>
<p>Mungkin masih ada banyak lagi yang merasa terganggu dengan adanya penyakit ini. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi/menghalangi adanya bau pada diri kita, beberapa yang saya ketahui:</p>
<ul>
<li>Memakan daun kemangi (Biasa ada untuk teman makan sebagai lalapan).</li>
<li>Mengurangi konsumsi makanan berminyak dan berlemak.</li>
<li>Olah raga.</li>
<li>Pola hidup teratur.</li>
<li>Menggunakan parfum atau batu tawas.</li>
</ul>
<p>Sekarang kembali lagi kepada individunya masing-masing. Apakah mereka akan meneruskan seperti ini? Atau mau memperbaikinya walaupun hanya sedikit. Mungkin hanya ini yang saya ketahui. Kalau ada yang tersinggung ya maaf. Salam merayap.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=319&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/hidung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/nose-in-the-sky-tech.jpg?w=129" medium="image">
			<media:title type="html">nose-in-the-sky-tech</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhlak</title>
		<link>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/akhlak/</link>
		<comments>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/akhlak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 15:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbooh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbooh.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Pulang ke rumah. Seperti biasa saya melakukan perjalanan pulang ke Klaten, dimana rumah orangtuaku berada. Alasan kepulanganku sebenarnya sangat sederhana, ingin mengambil jatah uang jajan selama satu minggu. Motor berwarna merah dengan jok hitam mengantarkan saya dari Sleman menuju rumah. Sampai di rumah tidak serta merta saya meminta uang jajan lalu kembali ke Sleman. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=316&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/akhlak.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-317" title="Droplet Splashing on Water Surface" src="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/akhlak.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Pulang ke rumah. Seperti biasa saya melakukan perjalanan pulang ke Klaten, dimana rumah orangtuaku berada. Alasan kepulanganku sebenarnya sangat sederhana, ingin mengambil jatah uang jajan selama satu minggu. Motor berwarna merah dengan jok hitam mengantarkan saya dari Sleman menuju rumah.<span id="more-316"></span></p>
<p>Sampai di rumah tidak serta merta saya meminta uang jajan lalu kembali ke Sleman. Dengan perbincangan ringan mengenai peletakkan status beragama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saya menyatakan bahwa hal tersebut tidak penting dicantumkan dalam KTP, karena hanya menjadi status palsu. Palsu yang saya maksud adalah ketika penduduk mempercayai satu agama namun tidak melaksanakan kegiatan beribadah dari agama tersebut. Ironis memang, tapi Bunda menyatakan bahwa itu menjadi penting ketika dilakukan administrasi pendataan penduduk. Dan akhirnya pembahas selesai.</p>
<p>Bunda yang memang dasarnya <em>doyan</em> berdiskusi akhirnya member tahukan saya bahwa akhlak terbagi menjadi tiga bagian. Tiga bagian ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, mereka saling berkaitan. Karena keterkaitan yang teramat berhubungan terkadang kita menganggap bahwa akhlak itu sudah menjadi satu bagian, padahal berbeda. Akhlak sendiri memiliki pengertian  sebagai sebuah budi pekerti yang halus/baik. Adapun pembagian akhlak berdasarkan pendapat Bunda:</p>
<p>1. Akhlak Terhadap Tuhan</p>
<p>Akhlak  ini sebenarnya sudah banyak diajarkan oleh setiap agama. Namun pada penerapannya selalu melenceng/dilupakan. Mengapa hal ini sering terjadi? Sebenarnya ada beberapa asumsi yang saya rasa berpengaruh terhadap tidak dilaksanakannya/terlupakannya penerapan akhlak terhadap Tuhan.</p>
<ul>
<li>Pertama, menganggap bahwa beribadah sudah termasuk dalam akhlak terhadap Tuhan. Sesungguhnya beribadah merupakan bagian rasa syukur yang harus kita aturkan kepada Sang Esa.</li>
<li> Kedua, tidak tercakupnya akhlak ini secara terperinci. Ini disebabkan karena kebanyakan ilmu mengajarkan tentang akhlak sosial.</li>
</ul>
<p>Akhlak terhadap Tuhan sebenarnya menjadi penting ketika kita ingin meminta/memohon sesuatu, karena tidak akan mungkin Tuhan akan mendengarkan mereka yang nista terhadapnya. Seperti apakah yang dimaksud dengan “akhlak terhadap Tuhan”? sepemahaman saya adalah ketika kita menempatkan segala aturan, perintah dan bahkan nama-Nya diwaktu dan dalam kondisi yang tepat. Sebagai contoh adalah ketika banyak masyarakat yang menggadaikan nama Tuhan untuk memperteguh seseorang akan apa yang mereka katakana, sebagai contoh “demi Tuhan”.</p>
<p>2.Akhlak Terhadap Sosial</p>
<p>Akhlak disini mungkin lebih sering disinonimkan dengan etika. Etika dalam dunia sosial sudah cukup banyak terjabarkan, bahkan hampir setiap bidang memiliki etika yang harus diterapkan. Hal ini akan menjadi sia-sia ketika kita tidak dapat mengaitkan hubungan sosial kita dengan kepercayaan kita. Mengapa begitu? Dalam dunia sosial kita sering mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang menawan, bahkan mencengangkan. Dan seharusnya hal ini semakin mempertebal iman kita kepada yang Esa.</p>
<p>Berdasarkan pendapat Bunda, bahwa etika seseorang akan membaik/bagus ketika mereka telah dapat memahami akhlak terhadap Tuhan. Apakah hal ini benar dapat terjadi? Asumsi saya ini sangat memungkinkan. Bagaimana tidak? Seseorang akan sangat berhati-hati dalam bertutur dan berbuat ketika mereka mempertimbangkannya dari ajaran beragam dan hal-hal lain yang diatur dalam kitab suci.</p>
<p>Untuk mencapai tingkatan itu sebenarnya kita sering kali melakukan lompatan cepat dengan menafikkan akhlak terhadap Tuhan. Hal ini disebabkan karena pendidikan agama jarang menjadi perhatian dikala masa kanak-kanak, bagi beberapa pihak. Namun kegiatan bersosial berjalan semenjak mereka sudah dapat melakukan komunikasi aktif. Dengan demikian seseorang akan melupakan hal yang paling mendasar dalam kontol etika.</p>
<p>3. Akhlak Terhadap Diri Sendiri</p>
<p>Sedangkan akhlak terhadap diri sendiri cukup abstrak, namun penting bagi saya. Beberapa kali Bunda selalu marah ketika anak-anaknya enggan mandi sore setelah pulang sekolah atau main. Tujuannya baik karena memang bersih itu indah dan juga menjadi salah satu bagian dari iman. Sebenarnya tidak perlu jauh sampai sana saya memaparkan pentingnya akhlak terhadap diri sendiri.</p>
<p>Hal ini dapat disaksikan ketika hidup bersosial. Mungkin cara termudah ketika kita sudah jauh dari orang tua. Rasa untuk mengurus diri ini sudah sejauh mana? Dan seperti apa kita memperlakukan diri kita. Tidak perlu jauh-jauh, seperti melengkapi kebutuhan hidup seperti makan, minum, perlengkapan sehari-hari hingga keperluan rohani kita. Karena selama beberapa tahun ini saya mengamati ada beberapa orang yang hanya memikirkan nafsu dengkulnya sendiri tanpa memikirkan akan dirinya sendiri. Sehingga berimbas kepada masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Mungkin saya juga belum mampu memperbaikinya secara sempurna, namun berusaha mencapai itu bukanlah tindakan bodoh. Mari mengaca pada cermin yang jernih. Seperti apa kita saat ini? Apakah bermanfaat bagi orang lain saja sudah cukup? Hmmmm…. Masih banyak waktu berpikir saat ini, selama masih kau bernafas. Salam merayap.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a>, <a href='http://mbooh.wordpress.com/category/wacana/'>Wacana</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbooh.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbooh.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbooh.wordpress.com&amp;blog=10433156&amp;post=316&amp;subd=mbooh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbooh.wordpress.com/2011/03/22/akhlak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf044b4b09ed1c1916ebc594d2045090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbooh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbooh.files.wordpress.com/2011/03/akhlak.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Droplet Splashing on Water Surface</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
